Namabuku : Di Atas Sajadah Cinta. Pengarang : Habiburrahman El Shirazy. Penerbit : Republika , Pesantren Basmala, MD Entertainment. Tahun terbit : 2006. Tebal : 20,5 cm x 13,5 cm atau 265 halaman. Habiburrahman El Shirazy atau yg mempunyai nama pena 'Kang Abik' adalah seorang novelis yg lahir di Semarang 30 September 1976 . Kang Abik
RESENSI NOVEL, CINTA, DI, UJUNG, SAJADAH, Karya, Asma, Nadia Resensi, Novel, Cinta, Di, Ujung, Sajadah, Novel, ini, menceritakan, tentang, percintaan, persahabatan
AtasSajadah Cinta 2006 READ ONLINE FREE book by. Diatas Sajadah Cinta Perycantiq. Pecinta Novel Habiburrahman El Shirazy Beranda Facebook. KUMPULAN NOVEL NOVEL DI ATAS SAJADAH CINTA. resensi buku kumpulan cerpen di atas sajadah cinta. Dia Atas Sajadah Cinta Download Novel Gratis. Diatas Sajadah Cinta PDF Free Ebook Magazine.
RESENSI NOVEL DI ATAS SAJADAH CINTA" Nama buku : Di Atas Sajadah Cinta. Pengarang : Habiburrahman El Shirazy. Penerbit : Republika , Pesantren Basmala, MD Entertainment. Tahun terbit : 2006. Tebal : 20,5 cm x 13,5 cm atau 265 halaman. Habiburrahman El Shirazy atau yg mempunyai nama pena 'Kang Abik' adalah seorang novelis yg lahir di
Tebalbuku : 420 halaman. 6. Harga buku : Rp 45.000,-. Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman el Shirazy mengisahkan tentang cinta. Tapi bukan cuma sekedar cinta biasa. Novel ini menjelaskan kepada kita khususnya kaum remaja tentang bagaimana cara menghadapi permasalahan dalam dunia percintaan secara islami yang sebagian besar dihadapi oleh remaja
oleh: risma yuliani. Nama buku : Di Atas Sajadah Cinta (cetakan ke-17) Pengarang : Habiburrahman El Shirazy. Penerbit : Republika , Pesantren Basmala Indonesia , MD Entertainment. Tahun terbit : tahun 2007. Tebal : 20,5 cm x 13,5 cm atau 265 halaman. Harga : Rp 37.825,00. Habiburrahman El Shirazy lahir di kota Semarang, pada tanggal 30
. 0% found this document useful 0 votes1K views2 pagesDescriptionresensi novelCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1K views2 pagesResensi Novel Cinta Di Ujung SajadahJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Source Novel Diatas Sajadah Cinta karya Habiburrahman El Shirazy adalah salah satu karya sastra Indonesia yang patut diacungi jempol. Novel ini mengisahkan tentang kisah cinta sepasang kekasih yang dipertemukan kembali setelah sekian lama terpisah. Namun, di balik cerita cinta yang indah, terdapat pula nilai-nilai kehidupan yang mengharukan. Plot Cerita Source Cerita diawali dengan penuturan tokoh utama, Fahri, yang merasa kehilangan arah hidup setelah ditinggal mati oleh sang istri tercinta. Namun, kehidupannya berubah ketika ia bertemu kembali dengan Noura, kekasihnya semasa kuliah dulu yang terpisah selama 20 tahun. Setelah terpisah selama dua dekade, keduanya bertemu kembali di Masjidil Haram saat Fahri melakukan ibadah haji. Noura yang kini telah menjadi janda dengan anak berusia 15 tahun, berniat untuk mengajak Fahri kembali ke kehidupan cinta mereka dahulu. Cerita cinta antara Fahri dan Noura dipenuhi oleh konflik dan rintangan yang sulit diatasi. Namun, mereka berdua bertekad untuk tetap bersama dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi segala cobaan. Penokohan Source Habiburrahman El Shirazy berhasil menghadirkan tokoh-tokoh yang begitu hidup dan mengena di hati pembaca. Fahri digambarkan sebagai seorang yang teguh dalam imannya dan memiliki tekad yang kuat dalam menghadapi rintangan. Sedangkan Noura digambarkan sebagai sosok wanita yang mandiri dan kuat meski telah mengalami banyak penderitaan dalam hidupnya. Selain itu, Habiburrahman El Shirazy juga berhasil menghadirkan tokoh-tokoh pendukung yang turut memperkuat cerita, seperti sang anak Noura yang begitu jujur dan bijaksana, serta teman-teman Fahri yang selalu memberikan dukungan dan semangat dalam setiap langkahnya. Gaya Bahasa Source Gaya bahasa dalam novel Diatas Sajadah Cinta sangat sederhana namun sarat makna. Habiburrahman El Shirazy mampu menggambarkan setiap adegan dengan sangat detail, sehingga pembaca dapat merasakan setiap emosi yang tergambar dalam cerita. Selain itu, Habiburrahman El Shirazy juga memasukkan banyak kutipan-kutipan dari Al-Qur’an dan Hadist yang memberikan nilai kehidupan yang sangat berharga bagi pembaca. Kesimpulan Source Secara keseluruhan, novel Diatas Sajadah Cinta adalah sebuah karya sastra Indonesia yang patut diacungi jempol. Cerita cinta yang dihadirkan mampu mengharukan hati pembaca, sementara nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita juga sangat berharga. Novel ini sangat cocok untuk dibaca oleh semua kalangan, terutama mereka yang sedang mencari inspirasi tentang cinta sejati dan kehidupan yang penuh makna. Jangan lewatkan kesempatan untuk membaca karya sastra Indonesia yang luar biasa ini!
Novel cinta di ujung sajadah ini merupakan karya best seller dari Asma Nadia. Novel ini mengisahkan tokoh utama yang bernama cinta yang memiliki banyak cobaan dalam hidupnya. Penasaran dengan isi novel ini? kamu bisa baca dulu resensi novel cinta di ujung sajadah pada artikel ini. Akan di bahas unsur penting dalam novel. Mulai dari identitas, sinopsis, intrinsik hingga pesan moral yang terkandung dalam novel tersebut. Simak yuk! Identitas Novel Judul NovelCinta di Ujung SajadahPenulisAsma NadiaJumlah halaman392 halamanUkuran buku13,5Ă—20,5 cmPenerbitPT. Republika PenerbitKategoriFiksi Religi Tahun Terbit2020Harga Novel cinta di ujung sajadah ini merupakan sebuah karya best seller dari penulis ternama yaitu Asma Nadia. Dimana novel ini memiliki ketebalan mencapai 392 halaman dan mulai di terbitkan pada tahun 2020 oleh PT. Republika Penerbit. Sinopsis Novel Cinta di Ujung Sajadah Novel ini mengisahkan seorang gadis yang bernama Cinta Ayu yang tinggal bersama ayah dan ibu tiri serta dua saudara tirinya. Mendapatkan ibu dan saudara baru tak membuat kehidupan cinta lebih baik. Ia hidup bak cinderella yang mendapatkan perlakuan tak adil dari ibu dan saudara tirinya. Sang ayah yang seharusnya menjadi pelindung bagi putri kandungnya pun sering memihak kepada istrinya yang cantik bak model. Meski ia tahu anaknya tidak bersalah. Pertengkaran di meja makan kerap kali terjadi saban pagi ketika Cinta akan pergi ke sekolah. Meskipun Mama Alia begitu cantik, hal ini tidak menular ke kedua anak perempuannya. Anggun yang memiliki tubuh kurus dan kurang percaya diri. Sangat kontras dengan Cantik yang dimiliki tubuh gempal tapi memiliki rasa percaya diri yang tinggi tapi norak. Sedangkan Cinta, ia tidak cantik juga tidak jelek, tidak kurus juga tidak gemuk hal ini sangat membuat Anggun dan Cantik iri kepadanya. Tapi Cinta tak perduli terhadap perlakuan Anggun dan Cantik yang kerap memancing emosinya karena hal sepele. Tapi, Cinta tak tahan jika Anggun dan Cantik menyinggung tentang ibu kandungnya. Ibu adalah sosok yang tak pernah Cinta kenal, tak tahu bagaimana rupa dan suaranya. Kerinduan tentang ibu menjadikan Cinta terobsesi memotret foto ibu dari teman-temannya. Tak terhitung jumlah potretan dengan objek berbeda dari wajah sendu dan keibuan hanya saja itu bukan ibu Cinta. Kasih sayang yang Cinta dapatkan hanya dari Mbok Nah pembantu rumah tangganya. Di tengah kesedihan mendapatkan perlakuan kurang baik dari saudara tirinya hadir sosok lelaki bernama Makky Matahari Muhammadi ia yang selalu memberikan support serta sahabat-sahabatnya di sekolah. Dan angin segar mulai menerpa wajahnya ketika ia berulang tahun ke 17. Mbok Nak membeberkan semua kebenaran tentang Ibu Cinta yang akhirnya membawa Cinta untuk mencari keberadaan ibunya. Akankah Cinta berhasil menemukan siapa ibunya? Yuk, simak novel ini sampai akhir ya! Unsur Intrinsik Novel Cinta di Ujung Sajadah Dalam resensi novel cinta di ujung sajadah terdapat unsur intrinsik di dalamnya yaitu 1. Tema Tema yang diangkat dalam novel ini yaitu tentang persahabatan, dan juga tentang keluarga dan juga cinta. 2. Tokoh dan Penokohan Cinta, ia merupakan gadis yang baik yang merindukan sosok sang ibu Ayah Cinta, baik tapi tidak peduli dan selalu menutupi tentang ibu kandung Cinta Ibu Tiri Cinta, jahat dan selalu memperlakukan Cinta dengan tidak adil Anggun dan Cantik, saudara tiri Cinta yang jelek dan berakhlak kurang baik Dan amsih banyak lagi lainnya 3. Alur Alur yang digunakan dalam novel ini yaitu menggunakan alur campuran terdapat alur maju dan alur mundur dalam novel ini. 4. Latar waktu Latar waktu yang digunakan dalam novel cinta di ujung sajadah ini yaitu menggunakan latar waktu pagi hari, siang hari, dan juga malam hari. 5. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan dalam novel ini yaitu Jakarta, Bandung, Bogor, Jogja, di rumah Cinta, di sekolah dan juga di perjalanan Cinta yang penuh bahaya saat mencari ibunya. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel cinta di ujung sajadah ini menggunakan sudut pandang orang ke ketiga yang serba tahu. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini yaitu menggunakan gaya bahasa yang ringan dan mudah di pahami oleh semua kalangan. 8. Amanat Amanat yang terkandung dalam novel ini yaitu di balik ketegaran seorang anak pasti ia membutuhkan kasih sayang dari ibunya dan kasih sayang ibu tak terhingga sepanjang masa. Unsur Ekstrinsik Novel Cinta di Ujung Sajadah Berikut merupakan unsur ekstrinsik novel cinta di ujung sajadah yaitu 1. Nilai Sosial Sikap ibu tiri dan saudara tiri dari Cinta yang selalu berbuat tidak adil itu merupakan sebuah tindakan yang tidak patut di contoh. 2. Nilai Moral Sikap Makky yang selalu support Cinta dalam keadaan apapun ia sahabat yang sangat baik. Kelebihan Novel Novel ini memiliki banyak pesan mora di dalamnya Bahasa yang ringan dan mudah di pahami Alur dan endingnya tidak terduga sehingga membuat takjuub para pembaca Kekurangan Novel Alurnya yang bolak balik kadang membuat pembaca pusing Ada pemilihan kata yang tidak baku terasa kurang enak di dengar Pesan Moral Novel Cinta di Ujung Sajadah Terakhir dari resensi novel cinta di ujung sajadah yaitu pesan moralnya adalah di balik ketegaran seorang anak pasti ia membutuhkan kasih sayang dari ibunya dan kasih sayang ibu tak terhingga sepanjang masa.
resensi novel diatas sajadah cinta